Kamis, 23 Agustus 2012

sosokmu

Orang bilang pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya ? Apakah Tuhan campur  tangan di dalamnya ? Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku tertutup rapat-rapat karena malu. Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Aku sendiri tak percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Kau tak percaya takdir ? aku pun tidak. Tapi kamu adalah pengecualian, kamu muncul di sudut pandang mata seperti sesuatu yang wajar adanya, menghangatkan wajahku seperti cahaya matahari pagi. Suaramu bergelenyar lembut seperti belaian angin sore.
Seluruh indraku bereaksi waspada, kamu adalah godaan yang tak bisa disangkal begitu saja. “siapa namamu?” batinku bertanya-tanya. Kamu benar-benar membuat pikiranku tak karuan. Aku semakin sering melihatmu dalam hidupku, tetapi aku tak punya petunjuk barang secuilpun tentang dirimu. Kamu misterius seperti malam tak berbulan. Hadirmu memabukkan seperti aroma rempah-rempah. Namun, sebelum aku berhasil membongkar misteri tentangmu sosokmu menguap begitu saja seperti embun menjelang siang. Ku kira nyeri di hatiku bisa cepat pergi, dibantu oleh hatiku. Ternyata salah !

Perasaanku tak sama lagi setelah kepergianmu. Kau membuatku mencandu, kau membuatku merindu.

Kamis, 17 Mei 2012

Aku Tak Minta Banyak Hal, Tuhan


Mengutip + share dari mbak Dwitasari , check this link : http://dwitasarii.blogspot.com/
 
Tuhan... selamat pagi, atau selamat siang, dan selamat malam. Aku tak tahu di surga sedang musim apa, penghujan atau kemaraukah? Ataukah mungkin sekarang sedang turun salju? Pasti indah. Kalau boleh berbincang sedikit, aku belum pernah melihat salju. Mungkin, kalau aku sudah cukup dewasa dan sudah bisa menghasilkan uang sendiri, aku akan bisa menyaksikan salju, dengan mata kepalaku sendiri.

Aku tahu Kamu tak pernah sibuk. Aku tahu Kamu selalu mendengar isi hatiku meskipun Kamu tak segera memberi pukpuk di bahuku. Aku tak perlu curiga padaMu, soal Kamu mendengar doaku atau tidak. Aku percaya telingaMu selalu tersedia untuk siapapun yang percaya padaMu. Aku yakin pelukanMu selalu terbuka bagi siapapun yang lelah pada dunia yang membuatnya menggigil. Aku mengerti tanganMu selalu siap menyatukan kembali kepingan-kepingan hati yang patah.

Masih tentang hal yang sama, Tuhan. Aku belum ingin ganti topik. Tentang dia. Seseorang yang selalu kuperbicangkan sangat lama bersamaMu. Seseorang yang selalu kusebut dalam setiap frasa kata ketika aku bercakap panjang denganMu.

Aku sudah tahu, perpisahan yang Kau ciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukku. Aku mengerti kalau Kamu sudah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya. Tapi... bukan berarti aku harus absen menyebut namanya dalam doaku bukan?

Nah... kalau yang ini, aku juga sudah tahu. Dia sudah menemukan penggantiku, entah lebih baik atau lebih buruk dariku. Atas alasan apapun, aku harus turut bahagia mendengar berita itu, karena ia tak perlu merayakan kesedihannya seperti yang aku lakukan beberapa hari terakhiri ini. Seiring mendapatkan penggantiku, ia tak perlu merasa galau ataupun merasa kehilangan. Sungguh... aku tak pernah ingin dia merasakan sakit seperti yang kurasakan, Tuhan. Aku tak pernah tega melihat kecintaanku terluka seperti luka yang belum juga kering di dadaku. Aku hanya ingin kebahagiaannya terjamin olehMu, dengan atau tanpaku.

Tolong kali ini jangan tertawa, Tuhan. Aku tentu saja menangis, dadaku sesak ketika tahu semua berlalu begitu cepat. Apalagi ketika dia menemukan penggantiku hanya dalam hitung jam. Aku memang tak habis pikir. Padahal, aku sedang menikmati perasaan bahagia yang meletup pelan-pelan itu. Bukannya ingin berpikiran negatif, tapi ternyata setiap manusia punya topengnya masing-masing. Ia berganti-ganti peran sesukanya. Sementara aku belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakan aslinya. Aku hanya melihat segala hal yang ia tunjukkan padaku, tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya ada dalam hatinya.
Aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Bagaimana hubungannya dengan kekasih barunya. Aku tak terlalu ingin mengurusi hal itu. Aku yakin dia pasti bahagia, karena begitu mudah mendapatkan penggantiku. 

Aku percaya dia sedang dalam titik jatuh cinta setengah mati pada kekasih barunya, dan tidak lagi membutuhkan aku dalam helaan napasnya. Permintaan yang sama seperti kemarin, Tuhan. Jagalah kebahagiaannya untukku. Bahagiakan dia untukku. Senyumnya adalah segalanya yang kuharapkan. Bahkan, aku rela menangis untuknya agar ada lengkungan senyum di bibirnya. Aku ingin lakukan apapun untuknya, tanpa melupakan rasa cintaku padaMu. Aku memang tak menyentuhnya. Tapi... dalam jarak sejauh ini, aku bisa terus memeluknya dalam doa.

Pernah terpikir agar aku bisa terkena amnesia dan melupakan segala sakit yang pernah kurasa. Agar aku tak pernah merasa kehilangan dan tak perlu menangisi sebuah perpisahan. Rasanya hidup tak akan terlalu rumit jika setiap orang mudah melupakan rasa sakit dan hanya mengingat rasa bahagia. Namun... aku tahu hidup tak bisa seperti itu, Tuhan. Harus ada rasa sakit agar kita tahu rasa bahagia. Tapi, bagiku rasa sakit yang terlalu sering bisa membuat seseorang menikmati yang telah terjadi. Itu dalam persepsiku lho, Tuhan. Kalau pendapatMu berbeda juga tak apa-apa.

Aku memang tak perlu meratap, karena sepertinya ia bahagia bersama kekasih barunya. Ia pasti telah menemukan dunia baru yang indah dan menyenangkan. Aku turut senang jika hal itu benar, kembali pada bagian awal, Tuhan. Aku tak pernah ingin dia merasakan sakitnya perpisahan, seperti yang aku rasakan.

Akhir percakapan, aku tidak minta agar dia segera putus dari kekasihnya, atau hubungan mereka segera kandas di tengah jalan. Aku hanya minta agar ia sembuh dari maag akutnya. Agar ia terhindar dari vertigo parahnya. Agar muntah darahnya berhenti ketika tubuhnya kelelahan. Semoga kekasihnya mengerti betul penyakitnya seperti aku mengerti rasa sakitnya.

Kembali pada bagian awal. Aku hanya ingin ia bahagia. Cukup.

with love :)
Dwitasari

Untukmu Jªªndippo ♥


Dear Love,
Selamat Malam untuk kamu yang selalu ku rindukan disana :)
Tulisan ini ku buat hanya untuk mengungkapkan perasaanku dahulu yang masih membekas hingga sekarang :’)
Aku ingin lagi menjadi seseorang yang berarti bagimu, aku ingin menjadi bagian dari tawamu, dari mimpi-mimpimu. Mungkin saat ini kau tidak akan memimpikanku, mungkin tidak hari ini, mungkin jugak tidak untuk selamanya. Aku kangen senyuman itu , saat kamu buat aku tertawa dengan celotehanmu, saat kamu menjagaku dengan badanmu yang membuatku teramat sangat nyaman, menemaniku, dan aku juga kangen semua hal-hal tentangmu :'(
Kamu yang dahulu terbiasa denganku, kamu yang selalu ada untukku, kamu yang menjadi malaikatku saat senyum dan tangisku meronta-ronta, kini tinggal aku disini. Sudut pandang mata yang biasa aku lihat setiap hari, bahkan setiap saat bersamamu. kini tinggal bayangan itu yang masih membekas :')
Inilah aku yang menyayangimu dengan seluruh kelebihan dan kekuranganku. Kamu yang membuatku hidup, dan kamu juga yang mematikan hatiku dalam sekejap. Setelah kamu pergi aku berhasil menutup luka itu. Dan sekarang kamu tiba2 dateng lagi membuka luka lama yang sudah berangsur pulih :'(
Untukmu yang disana , semoga Tuhan selalu melindungimu ya :'), menjagamu untukku, menghapus air matamu ketika kedua tanganku sudah tak bisa lagi menghapusnya, menghilangkan beban dipikiranmu, menerangi cahaya hidupmu :’) gak kerasa ya udah 8bulan tanpa kamu :( tapi rasa itu gak mau pergi ! rasa itu yang membuat aku selalu berfikir bahwa kamu ada disini. Ada bersamaku saat ini. Sekalipun hanya bayangan yang memenuhi memori otakku :’)
aku belajar tentang cinta yang tak mengekang , itulah ketulusanku yang siap melepasmu jika genggaman tanganku sudah tak lagi beri rasa nyaman :) Jªªndippo

Rabu, 18 April 2012

Satu Jam Saja (´▽`ʃ♡ƪ)

Jangan berakhir aku tak ingin berakhir
Satu jam saja kuingin diam berdua
Mengenang yang pernah ada

Jangan berakhir karena esok takkan lagi
Satu jam saja hingga kurasa bahagia
Mengakhiri segalanya
tapi kini tak mungkin lagi
katamu semua sudah tak berarti
satu jam saja
itupun tak mungkin, tak mungkin lagi
Jangan berakhir kuingin sebentar lagi
Satu jam saja ijinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada 
(˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)   

Selasa, 25 Oktober 2011

Biopori

Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat aktifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.
Lubang Biopori
Prinsip dari teknologi ini adalah menghindari air hujan mengalir ke daerah yang lebih rendah dan membiarkannya terserap ke dalam tanah melalui lubang resapan tersebut.

Teknologi ini bisa diterapkan di kawasan perumahan yang 100% kedap air, di saluran air, di rumah-rumah yang memiliki lahan terbuka bahkan untuk kawasan persawahan di lahan miring.

Tak perlu khawatir tanah akan menjadi lunak, karena air yang terserap akan tersimpan menjadi cadangan air di bawah tanah. Begitu pun tidak ada bau yang ditimbulkan dari sampah karena terjadi proses pembusukan secara organik.

Cara pembuatan lubang ini ternyata cukup sederhana. Diawali dengan pembuatan lubang dan memasukkan sampah organik ke dalam lubang tersebut. Sampah-sampah ini kemudian diurai oleh organisma pengurai sehingga terbentuk pori-pori. Dengan cara ini, air hujan yang turun tidak membentuk aliran permukaan, melainkan meresap ke dalam tanah melalui pori-pori.

Langkah-langkah membuat lubang resapan biopori (LRB):

1. Dengan sebuah bor LRB kita bisa membuat lubang, untuk memudahkan pembuatan lubang bisa dibantu diberi air agar tanah lebih gembur.
2. Alat bor dimasukkan dan setelah penuh tanah (kurang lebih 10 cm kedalaman tanah) diangkat, untuk dikeluarkan tanahnya, lalu kembali lagi memperdalam lubang tersebut sampai sedalam 80 cm dan diameter 10 cm.
3. Pada bibir lubang dilakukan pengerasan dengan semen atau potongan pendek pralon. Hal ini untuk mencegah terjadinya erosi tanah.
4. Kemudian di bagian atas diberi pengaman besi supaya tidak terperosok ke dalam lubang.
5. Masukkan sampah organik (sisa dapur, sampah kebun/taman) ke dalam LRB. Jangan memasukkan sampah anorganik (seperti besi, plastic, baterai, stereofoam, dll)

6. Bila sampah tidak banyak cukup diletakkan di mulut lubang, tapi bila sampah cukup banyak bisa dibantu dimasukkan dengan tongkat tumpul, tetapi tidak boleh terlalu padat karena akan mengganggu proses peresapan air ke samping.

Pemeliharaan LRB:


1. Lubang Resapan Biopori harus selalu terisi sampah organik
2. Sampah organik dapur bisa diambil sebagai kompos setelah dua minggu, sementara sampah kebun setelah dua bulan. Lama pembuatan kompos juga tergantung jenis tanah tempat pembuatan LRB, tanah lempung agak lebih lama proses kehancurannya. Pengambilan dilakukan dengan alat bor LRB.
3. Bila tidak diambil maka kompos akan terserap oleh tanah, LBR harus tetap dipantau supaya terisi sampah organik.
 
Lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna untuk mengurangi genangan air dan sampah organik serta konservasi air bawah tanah. Untuk setiap 100 m2 lahan idealnya Lubang Resapan Biopori (LRB) dibuat sebanyak 30 titik dengan jarak antara 0,5 - 1 m. Dengan kedalam 100 cm dan diameter 10 cm setiap lubang bisa menampung 7,8 liter sampah. Sampah dapur dapat menjadi kompos dalam jangka waktu 15-30 hari, sementara sampah kebun berupa daun dan ranting bisa menjadi kompos dalam waktu 2-3 bulan.

Minggu, 25 September 2011

about ADIWIYATA

Kata ADIWIYATA berasal dari kata Sansekerta. ADI yang berarti agung atau besar sedangkan WIYATA mempunyai makna tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dalam berkehidupan sosial. Program ini ditujukan untuk mengajak warga sekolah berpartisipasi atau peduli akan lingkungan disekitarnya. Pada dasarnya program Adiwiyata tidak ditujukan sebagai suatu kompetisi atau lomba. Penghargaan Adiwiyata diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.