Orang bilang pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi
bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya ? Apakah
Tuhan campur tangan di dalamnya ? Suatu
hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang
memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku tertutup rapat-rapat karena malu. Kita bukanlah dua garis yang tak
sengaja bertabrakan. Aku sendiri tak percaya dengan cinta pada pandangan
pertama. Kau tak percaya takdir
? aku pun tidak. Tapi kamu adalah pengecualian, kamu muncul di sudut
pandang mata seperti sesuatu yang wajar adanya, menghangatkan wajahku seperti
cahaya matahari pagi. Suaramu bergelenyar lembut seperti belaian angin sore.
Seluruh indraku bereaksi waspada,
kamu adalah godaan yang tak bisa disangkal begitu saja. “siapa namamu?” batinku
bertanya-tanya. Kamu benar-benar membuat pikiranku tak karuan. Aku semakin
sering melihatmu dalam hidupku, tetapi aku tak punya petunjuk barang secuilpun
tentang dirimu. Kamu misterius seperti malam tak berbulan. Hadirmu memabukkan
seperti aroma rempah-rempah. Namun, sebelum aku berhasil membongkar misteri
tentangmu sosokmu menguap begitu saja seperti embun menjelang siang. Ku kira nyeri
di hatiku bisa cepat pergi, dibantu oleh hatiku. Ternyata salah !
Perasaanku tak sama
lagi setelah kepergianmu. Kau membuatku mencandu, kau membuatku merindu.